Jumat, 10 Februari 2017

Pengertian Penyakit Polip Hidung Dan Obat Alaminya

Penyakit polip {ialah|merupakan|yaitu|yakni} suatu pertumbuhan atau tumor yang bertangkai pada mukosa rongga tubuh yang  tumbuh {terlihat|tampak|kelihatan|nampak} dan masuk ke dalam lumen. Tangkai {bisa} sempit (pedunculated) atau lebar (sessile). Mukosa yang melapisi polip {bisa} {berbagai|pelbagai|beragam|bermacam-macam|beraneka|berjenis-jenis}-{jenis|tipe|ragam|variasi}, tergantung dari {daerah} poli itu berasal, {bisa} berupa epitel kubis, torak bertingkat, dan lain-lain. Polip yang {ditemui} di kandung kencing dan rectum {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} menjadi ganas. Berbeda dengan polip, istilah papiloma {diterapkan|dipakai|diaplikasikan} untuk tumor jinak bertangkai pada sel epitel permukaan luar dari tubuh. Sediaan berasal dari polip pada leher rahim (polip {servik|mulut rahim} uteri).


Penyakit polip {ialah|merupakan|yaitu|yakni} lesi yang {timbul} dipermukaan mukosa dan {terlihat|tampak|kelihatan|nampak} ke dalam lumen. {Lazimnya|Umumnya} polip didefinisikan secara patologi sebagai pertumbuhan jaringan epitel berlebihan  yang {dapat} hiperplastik atau neoplastik serta jinak atau ganas. Polip {terlihat|kelihatan|nampak|menonjol} pada enema barium sebagai {bayang-bayang} negative di dalam lumen dan {bisa} telihat  selama proktosigmoidoskopi atau kolonoskopi. Polip {dapat} tunggal atau majemuk,, berpendukulasi (bertangkai) atau sesil ( datar tanpa tangkai). Polip {dapat} {timbul} sporadic atau sebagai {komponen} sindrom poliposis familial yang {diwariskan} secara dominan. {Sedangkan|Padahal|Meskipun|Meski} polip {dapat} menyebabkan gejala, {tapi|tetapi|melainkan} kemungkinannya bagi transformasi ganas menjadi kekhawatiran terbesar.
Mekanisme dari patogenesis yang {memiliki} peran dalam terjadinya {pengerjaan|pelaksanaan|cara kerja|progres} pertumbuhan penyakit polip hidung {sampai} {ketika|dikala} ini masih {susah} untuk {ditetapkan|diatur}. {Tapi|Tetapi|Melainkan} adanya {elemen|unsur}-{elemen|unsur} yang {dapat} memperngaruhi dari {pengerjaan|pelaksanaan|cara kerja|progres} terjadinya {penyusunan} polip, {semisal|seumpama|umpamanya|contohnya} {ialah|merupakan|yaitu|yakni} :
1.    {Pengerjaan|Pelaksanaan|Cara|Kerja|Progres} peradangan yang {dapat} diakibatkan {sebab} penyebab secara multifaktorial dan termasuk {ialah|merupakan|yaitu|yakni} {tenar|terkenal} dan juga {dampak|pengaruh|imbas} {elemen|unsur} herediter.
2.    Aktivasi yang terjadi pada {respons|reaksi|tanggapan} imun lokal.
3.    Hiperaktivitas yang terjadi dari persarafan pada parasimpatis.
Dan dari {segala|seluruh} {tipe|macam|ragam|variasi} imunoglobulin yang {dapat} {dijumpai} untuk kasus penyakit polip nasi, {tapi|tetapi|melainkan} peningkatan kadar IgE {adalah|ialah|yaitu|yakni} salah satu {tipe|macam|ragam|variasi} yang paling tinggi dan banyak ditemukan {pun|malah|malahan} {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} {diperbandingkan|dibandingi} juga dengan {amandel} atau serumnya sekalipun. Kadar dari IgG, IgA, dan IgM yang ada dengan jumlah yang {berbagai|pelbagai|beragam|bermacam-macam|beraneka|berjenis-jenis}-{jenis|tipe|ragam|variasi}, dimana terjadinya peningkatan jumlah ini baisanya akan {menonjolkan|menampakkan|memperlihatkan|menampilkan} adanya suatu infeksi dibagian saluran {nafas}.
Untuk {sebagian} mediator inflamasi yang memang juga ditemukan di dalam penyakit polip. Histamin {adalah|ialah|yaitu|yakni} salah satu mediator yang paling besar yang {fokus} di dalam stroma polipnya {menempuh} 100-1000 {fokus} serum. Peningkatan mediator ini pada {alhasil|akibatnya|hasilnya|kesudahannya|walhasil} akan {membikin} mukosa rinosinusal mengalami kerusakan yang pada {alhasil|akibatnya|hasilnya|kesudahannya|walhasil} menyebabkan terjadinya peningkatan pada permeabilitas pada natrium sehingga akan {mempelopori|memrakarsai|mencetus|menggagas} dari terjadinya edema submukosa pada penyakit polip nasi.

Penyakit Polip

Fenomena bernouli yang mengatakan bahwa udara yang mengalir dari celah yang sempit {lazimnya|umumnya} akan menyebabkan terjadinya tekanan secara negatif pada {tempat} sekitarnya, sehingga pada jaringan yang lemah biasnaya akan terhisap oleh suatu tekanan yang negatif ini sehingga akan {memunculkan} terjadinya penyakit polip. Kejadian seperti ini {dapat} {menerangkan|membeberkan} alasan {mengapa} polip kasusnya kebanyakan terjadi pada {daerah} yang sempit di {rumit} osteonasal.

Prognosis Penyakit Polip

{Kecuali} itu, patogenesis dari penyakit polip yang {mulanya} banyak ditemukan suatu pembengkakan pada selaput permukaan yang juga kebanyakan ada pada meatus medius, dan kemudian pada stroma baisanya akan terisi dengan cairan interseluler sehingga pada selaput permukaan yang {bengkak} akan {menonjolkan|menampakkan|memperlihatkan|menampilkan} benjolan-benjolan. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} {pengerjaan|pelaksanaan|cara kerja|progres} ini terus mengalami pembesaran dan kemudian akan turun ke dalam rongga hidung sambil kemudian akan {menyusun} suatu tangkai sehingga muncullah penyakti polip.

Ciri-ciri Penderita Penyakit Polip {Ialah|Merupakan|Yaitu|Yakni} :

{Acap|Kali|Kali|Tak|Jarang|Kerap|Kerap|Kali} keluar cairan dari lubang hidung
{Bunyi} terkesan sengau (bindeng)
Udara {tak} {dapat} keluar dari salah satu sisi lubang hidung atau da-duanya.

{Dampak|Pengaruh|Imbas} penyakit polip {ialah|merupakan|yaitu|yakni} :

{Gampang} pusing atau sakit kepala
{Acap|Kali|Kali|Tak|Jarang|Kerap|Kerap|Kali} bersin
Terasa {galau|resah|gundah}
{Nafas} {beraroma} {tak} {enak|nikmat}
{Energi|Tenaga|Kekuatan} {bendung} tubuh rendah (lemah).

Pencegahan Penyakit Polip Dengan {Metode|Sistem} :

Berolahraga {agar} jantung kuat
Jangan terlalu {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} mengorek-ngorek hidung
Jangan minum es

Pengobatan Penderita Polip  {ialah|merupakan|yaitu|yakni} :
Pijat pada {komponen} dahi kanan dan kiri, diatas alis
Pijat pada tulang pipi kanan dan kiri
Pijat leher belakang kanan dan kiri kurang lebih 1 menit.
Pijat {komponen} seperti penyakit lain, kemudian minum air putih hangat.
Penderita perlu {melaksanakan|menjalankan|mengerjakan} gerakan seperti back-up ({tengkurap|telangkup} mengangkat kepala dan dua kaki)  kurang lebih 1 menit diulang {hingga} kurang lebih 3 kali.
Terakhir, pasien berdiri dengan kaki dilipat kurang lebih 10 menit.

Obat Polip Hidung {Natural}

Resep ramuan tradisional yang {umum|lazim|awam} {diterapkan|dipakai|diaplikasikan} untuk mengobati polip sebagai berikut :

Bahan-bahan   :

Tujuh lembar daun sirih, satu genggam daun cemara, dan satu jari kunyit.
{Metode|Sistem} {membikin} :
Kunyit dikupas , dicuci, lalu diparut. Bahan-bahan lain dicuci bersih, lalu direbus bersama parutan kunyit. Air yang {diterapkan|dipakai|diaplikasikan} sebanyak sepuluh  gelas air air. Bahan-bahan {hal yang demikian} didihkan {sampai} air tebusan tersisa sekitar delapan gelas. Aor rebusan {hal yang demikian} dituangkan ke dalam panic.
{Metode|Sistem} {menerapkan|menggunakan|mengaplikasikan} :
Kepala penderita diselubungi dengan handuk. Kepala ditempatkan {pas|ideal} diatas panic lalu uapnya dihirup. Lakukan pengobatan ini dua kali sehari pada pagi dan {petang} hari {hingga} penyakitnya benar-benar {sirna}. obat polip hidung di apotek

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar